Entri Populer

Senin, 27 Februari 2012

Optimis, Kunci Kesuksesan

Rating: 4.5

Optimis, kata yang mengandung beribu kekuatan yang tersimpan didalamnya. Optimis, bahkan bisa menjadi sebuah motivasi yang menghipnotis. Pernahkah anda, melakukan sesuatu yang anda kurang pengetahuan tentangnya, tetapi anda yakin bisa melakukannya? Itulah optimis.

Optimis adalah keyakinan, yakin bisa melakukan atau mendapatkan yang terbaik. Seseorang optimis akan memandang positif segala sesuatu yang datang dan menganggapnya adalah sebuah tantangan untuk meng-upgrade kemampuan dan kapabilitas. Seseorang yang selalu menilai positif sesuatu, akan men-generalisasikan penilaian itu pada hal-hal yang lain. Mereka akan fokus pada solusi, pemacahan masalah, dan action tanpa ada pikiran-pikiran negatif yang akan menghambat. Rasa optimis seperti kendaraan yang melaju terus secara otomatis, dan tidak ada pemberhentian selain tempat berhenti yang telah disetting sebelumnya. Jalannya adalah jalan tol, jika ada masalah dijalan, itu hanyalah dinamika, tanpa menghentikan keinginan untuk mencapai tujuan.

Berbeda dengan sikap yang pesimis, yang dengannya lebih banyak sikap negatif akan muncul. Dia menguras energi yang ada dan memadamkan api kepercayaan dan kekuatan yang dimiliki. Sikap pesimis adalah mobil mogok sebelum jalan. Jangankan sampai tujuan, meninggalkan garasi pun enggan. Dia adalah hambatan dan musuh besar akan kesuksesan sebuah usaha. Sebelum memulai sesuatu, yang terbanyak dimuculkan adalah sikap-sikap dan penilaian negatif. Penilaian negatif ini juga akan ter-generalisasi pada hal-hal lain, sehingga yang dilihat hanyalah sisi negatif dan melupakan sisi positif yang kemungkinan akan dicapai.

Sebenarnya, probabilitas akan sukses tidaknya sebuah usaha adalah fifty-fifty. Tidak ada jaminan lebih dari itu. Sehingga untuk mencapai sebuah cita-cita, diperlukan sikap yang optimis dan kemantapan menanggung resiko 50% lainnya.

Keberhasilan yang fifty-fifty diartikan bagi orang yang optimis adalah 50% keberhasilan ditangan, dan 50% kegagalan adalah sebuah tantangan dan peluang untuk menjadikannya kesuksesan. Berbeda dengan cara berpikir orang yang pesimis, mereka mengartikan 50% kegagalan, dan 50% keberhasilan lainnya yang ada, jika diusahkan itupun belum tentu berhasil. Berbeda maknanya bukan?

Jadilah seorang yang optimis. Peluang sangat banyak menghampiri, hanya karena kita selalu menilai pesimis kesempatan yang ada sehingga dia lewat dengan sendirinya, sembari menunggu kesempatan yang akan datang, yang belum tentu kapan tibanya. Yakinkan diri, bahwa saat ini peluang untuk sukses sudah ada, tinggal anda menyikapi peluang tersebut.
lintasberita

konsep manusia sehat dalam ilmu kesehatan mental


Secara sederhana gangguan kesehatan mental dapat didefenisikan sebagai suatu “gangguan” atau penyakit yang menghalangi individu hidup sehat seperti yang diinginkan oleh individu tersebut dan orang lain.
Pengetian normal menurut Offer dan Sabsiro
1.    Tidak ada gangguan atau kesakitan.
2.    Keadaan ideal atau gangguan mental yang positif
3.    Normal sebagai rata-rata pengetahuan statistic
4.    Diterima secara social
5.    Proses berlangsungnya sangat wajar
Manusia yang sehat mental adalah manusia yang mampu menguasai segala factor dalam hidupnya sehingga ia dapat menguasai kekalutan mental sebagai akibat daritekanan-tekanan perasaan.
·        Manusia yang sehat adalah yang memiliki harapan hidup optimis.
·         Manusia yang sehat mental adalah manusia yang mampu memamfaatkan segala potensi, kapasitas, kreativitas, energy dan dorongan dalam diri.
·         Efesiensi mental: Menggunakan kapasitas-kapasitas untuk mencapai tujuan hidup sebaik mungkin.
·         Manusia sehat mental adalah manusia yang memamfaatkan kapasitas-kapasitas secara efektif.
Defenisi sehat beberapa Tokoh Psikologi:

    * Kepribadian sehat adalah yang memiliki orientasi produktif (Fromm)
    * Manusia sehat adalah manusia yang mencapai kematangan (Allport)
    * Manusia sehat adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan (Maslow)
    * Manusia sehat adalah yang mampu mengalahkan kecemasan dan kebutuhan neurotiknya (Horney)

Pribadi normal dengan mental yang sehat akan bertingkah laku adekuat dan dapat diterima oleh masyarakat luas.
·         Sikap hidup individu yang sehat dan normal adalah sikap yang sesuai dengan norma dan pola hidup kelompok masyarakat, sehingga ada relasi interpersonal dan intersosial yang memuaskan.
·         Pribadi yang norma dengan mental sehat = integritas jasmani-rohani
Princples of Abnormal Psychology (Maslow - Mattelmen)

   1. Memiliki rasa aman
   2. Memiliki penilaian diri
   3. Memiliki sense of emotional spontaneity
   4. Realistic
   5. Memiliki dorongan jamani yang positif
   6. Mempunyai pengetahuan diri
   7. Mempunyai tujuan hidup
   8. Mampu belajar dari pengalaman
   9. Konform dengan social (lingkungan)
  10. Memiliki rasa kebersamaan/emansipasi namun tetap memiliki originalitas yang khas
  11. Memiliki integritas sehat antara fisik dan psikis.

            Pribadi normal dengan mental yang sehat selalu memperlihatkan reaksi-reaksi personal yang tepat terhadap stimulasi eksternal (manusia makhluk sosial)
·         Normalitas dan kesehatan mental ditandai:

    * Integrasi kejiwaan
    * Kesesuaian antara tingkah laku sndiri dengan tingkah laku social.
    * Adanya kesanggupan melaksanakan tugas-tugas hidup dan tanggungjawab social.
    * Efesiensi dalammenanggapi realitas hidup

·         Biasanya penderita yang tidak sehat mentalnya individu yang tidak mampu atau sengaja tidak mau memikul tanggungjawab kedewasaan.
·         Kehidupan masyarakat modern yang mengutamakan “Individualism, materialism, hedonism, comersialism, dan competitive yang menyebabkan individu mengalami ketegangan dan stress”.
·         Semakin pesatnyaarus urbanisasi, pembangunan, industialisasi sehingga menyebabkan masayarakat menjadi kompleks. Rawan frustasi dan konflik.
·         Krisi kebudayaan dan krisis ideology menyebakan perilaku mausia banyak mengalami penyimpangan.
·         Ketegangan batin akan mengakibatkan rasa permusuhan, agresivitas meningkat dan temperamental, rasa rendah diri, ketakutan dan kecemasan kronik = gangguan emosional dan sakit mental.
·         Perubahan social dan masa transisi yang penuh gejolak karena krisis moral saat ini terjadi di Indonesia, sehingga perlu tindakan preventif untuk mencegah timblnya gangguan mental pada masyarakat.

Sumber :
Schultz, D. (1991). Psikologi Pertumbuhan : Model-model Kepribadian Sehat. Alih bahasa : Yustinus. Yogya : Kanisius
Hall, S. (1993). Teori-teori Psikodinamik (Klinis). Yogyakarta : Kanisius
Schultz, Duane. 1991. Psikologi Pertumbuhan. Yokyakarta : KANISUS
all S. Calvin, dan Gardner Lindzey. 1993. Teori-Teori Sifat dan Behavioristik. Yogyakarta: Kanisius. lintasberita

pringsewu


tak jauh dari pringsewu rumah saya berada di sukoharjo III dimana saya di lahirkan dan di besarkan disitu juga saya bekerja pada salah satu warnet di sukoharjo.kerinduan akan sebuah kenangan sangatlah besar tapi itu semua hanyalah kenangan.saya dulu sekolah di SD Negeri 2 Sukoharjo III dan SMP PGRI 2 Sukoharjo III waktu SMA YPT Pringsewu saya mulai sedikit merasakan dunia luar" pergaulan yang bebas dan lepas".dan disitu juga saya di di hadapkan kepada pilihan antara berjuangan dan kekalahan.Keadaan membawaku untuk bisa hidup keras,disiplin tinggi dan ketrampilan.Dalam kehidupan ini jika kita tidak di bekali oleh suatu ketrampilan atau skill sangatlah susah.Maka dari itu saya berharap kepada saudaraku untuk bisa hidup disiplin dan mempunyai skill dan kerja keras yang tinggi,semua itu akan kembali kepada siapa yang melakukan hal tersebut.Kesuksesan itu adalah perjuangan,tanpa adanya perjuangan dan semangat tak mungkin semua itu dapat di capai.Tidak ada seorang yang mau hidup susah dan karena itu mari kita bersama-sama tingkatkan kualitas hidup yang baik,dan hiduplah untuk sebuah kebaikan. lintasberita
lintasberita